News Warga
Channel
wb_sunny

Breaking News

Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. BADAN HUKUM : PT. WARGATA DOT COM Akta Nomor : 03 Tanggal 06 November 2019 SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0064344.AH.01.01.TAHUN 2019. Ditetapkan di Jakarta Tanggal 04 Desember 2019

Berhenti dan Parkir Dalam Keadaan Darurat di Jalan, Pengemudi Wajib Lakukan Ini

Berhenti dan Parkir Dalam Keadaan Darurat di Jalan, Pengemudi Wajib Lakukan Ini

Wargata.Com - Berhenti dan parkir di jalan karena adanya kondisi darurat sebaiknya tak dilakukan sembarangan. Terdapat prosedur yang harus diikuti agar bahaya kecelakaan dapat terhindar. 


Kanit Regident Satlantas Polres Bone Iptu Muh Idris menuturkan adapun prosedur yang dimaksud yaitu menyalakan lampu hazard memasang segitiga pengaman, tanda peringatan untuk memberitahukan pengendara lain.


"Prosedur itu diatur dalam aturan pemerintah, yakni pada Pasal 121 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi "Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan." Ujarnya, Jumat (6/11/2020) pagi.


Ini artinya lanjut kata Iptu Muh Idris, pemasangan tanda peringatan merupakan kewajiban bagi para pengemudi yang berada dalam kondisi tersebut. Apabila tidak melakukan tindakan di atas, pengendara dapat dikenakan hukuman.


"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 Ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000." Kuncinya. (ril)


Tags