News Warga
Channel
wb_sunny

Breaking News

Diterbitkan Berdasarkan Undang-Undang PERS Nomor 40 Tahun 1999. BADAN HUKUM : PT. WARGATA DOT COM Akta Nomor : 03 Tanggal 06 November 2019 SK. KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0064344.AH.01.01.TAHUN 2019. Ditetapkan di Jakarta Tanggal 04 Desember 2019

Dugaan Kasus Korupsi di Jiwasraya 16,8 Triliun, PERMAK Gelar Aksi Demo di ke Jagung Jakarta Selatan

Dugaan Kasus Korupsi di Jiwasraya 16,8 Triliun, PERMAK Gelar Aksi Demo di ke Jagung Jakarta Selatan

Wargata.com, Jakarta selatan -- Penggerak Milenial Anti Korupsi (PERMAK)  Mengelar Aksi di Kejaksaan Agung Mega Korupsi Jiwasraya menjadi Preseden Buruk bagi perusahaan plat merah dalam mengelola keuangan. Dalam hal ini mengalami kerugian negara sebesar Rp. 16,8 Triliun. Kejaksaan agung (Kejagung) kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Jiwasraya. Antara lain pejabat aktif OJK dan 13 Koporasi.

Adhia Selaku Ketua Umum Mengatakan Bahwa Perusahaan-perusahaan itu merupakan manejer investasi yang diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah. Korporasi yang ditetapkan sebagai tersaangka antara lain, PT Danawibawa Manajemen Investasi, PT Oso Manajemen Investasi, PT Pinnacle Persada Investasi, PT Milenium Danatama, PT Prospera Aset  Manajemen, PT Maybank Aset Manajemen, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Aset Manajemen, PT Pool Advista, PT Corfina Capital, PT Trizervan Investama Indonesia, PT Sinarmas Aset Manajemen, PT MNC Aset Manajemen (30/6/2020).


Dalam keterangan di pengadilan Benny Tjokrosaputra (Bentjok) menyatakan bahwa BPK menutup-nutupi keterlibatan Group Bakrie dalam kasus Jiwasraya. Ketua dan wakil Ketua BPK menurut Benjok merupakan kroninya Bakrie Group. Selanjutnya Bentjok juga membuat pernyataan terbaru yang ditulis dan diserahkan kepada Bob Hasan, salah satu tim kuasa hukumya. Isi tulisan Benjtok menyatakan bahwa  saham-saham Bakrie sangat banyak dan diperoleh dengan harga jauh lebih tinggi.

Lanjut Adhia Kebenaran tersebut diperkuat dengan pengurus-pengurus jiwasraya ditetap sebagai terdakwa. Kasus Jiwasraya yang sedang berjalan, pihak kejaksaan atau penegak hukum lainnya perlu menindak lanjuti apabila ada keterangan terdakwa atau saksi dipersidangan yang bisa membuat perkara ini clear. Ketika itu ada maka wajib ditindak lanjuti.

Apabila harus ditetapkan tersangka tambahan baik yang sifatnya indiviidual ataupun korporat itu harus dilakukan. Supaya skandal ini terungkap secara menyeluruh tidak ada yang ditutup-tutupi harapannya.

Kerja Pemberantasan  Korupsi tidak boleh kendor ataupun terhenti dalam situasi apapun. Karena perannya sangat Krusial, terutama dalam menjaga aset negara. Supaya betul-betul diperuntukan untu sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Oleh karena itu, kami Penggerak Milenail Anti Korupsi menutut  :

1. Mendesak BPK Transparansi soal Kasus Jiwasraya yang diduga melibatkan Bakrie Group
2. Mendesak Kejaksaan agung untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan BPK dengan Bakrie Group
3. Apabila terbukti tindak tegas dan Copot Ketua BPK dan wakil Ketua BPK serta Korporasi yang terlibat. (Wildan Hanafi)

Tags