-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Warga
    Best Viral Premium Templates

    Iklan InFeed

    HUT TNI

    Hukrim

    Pangdam XIII

    HUT Media Warga

    Ads Sidebar

    Mobil Terjung

    Kasat Lantas Bone

    Banjir

    Satreskrim Polres Luwu Utara Telah Memeriksa Enam Orang Saksi Kasus Pembunuhan Didesa Sumillin

    Awhy
    Jumat, Juni 19, 2020, Jumat, Juni 19, 2020 WIB Last Updated 2020-09-28T08:14:17Z
    Wargata.com, Luwu Utara -- Kasus pembunuhan yang terjadi di desa sumillin kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. masih dalam tahap penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi diruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) polres Luwu Utara. Jumat (19/6/2020)
    Saksi-Saksi yang diambil keterangannya diantara kedua Orang tua korban dan empat saksi lainnya,  "kata Kasat Reskrim AKP H. Syamsul Rijal kepada Wargata.com Jumat (19/6/2020).
    Tersangka Ahmad Basri (30) warga desa sumillin pelaku pembunuhan dua perempuan NH (6) dan SN (8) akan dilakukan pemeriksaan kejiwaannya. 
    AKP H. Syamsul Rijal mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memeriksa enam orang saksi atas peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka Ahmad Basri (30) dan ini masih dalam tahap penyidikan. "katanya. 
    Terkait soal tes kejiawaan terhadap pelaku mengingat pernah dirawat Di rumah Sakit Dadi Makasar, H. Syamsul Rijal menjelaskan untuk itu kami belum melakukannya sebab tersangka suda mau bicara seperti biasa, 
    Lanjut Kasat Reskrim, Ahmad Basri, cuman bicara menggunakan bahasa daerah (Masamba). Atau bahasa tae. Dan diketahui dia adalah seorang Mahasiswa disalah satu perguruan tinggi dan fasih berbahasa Indonesia. "jelasnya
    H. Syamsul Rijal menambahkan bahwa tersangka dikenakan pasal berlapis atau dua pasal, untuk pembunuhan anak dikenakan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal pasal 80, sedangkan untuk penganiayaan berat yang dilakukan Tersangka terhadap salah seorang warga diancam pasal 354 Kuhp Penganiayaan berat.
    Tersangka akan dijerat pasal 354 Kuhp Penganiayaan berat karena ada korbannya orang dewasa pasal 80 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak (perubahan terkahir) ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya. (Awhy) 

    Video

    +